
Gara-gara masang speedy, di kontrakan jadi ramai dengan hal-hal g jelas. Semua hal baru yang kami temui di Internet langsung di download. Software baru, film baru, lagu baru, pokoknya semua hal baru. Yah tiga laptop di kontrakan kami jadi mengalami hal aneh-aneh. Sampai-sampai laptop bang Jay harus diinstal ulang gara-gara salah nginstal program yang g konpatibel n bikin Laptopnya g bisa booting.
Hingga akhirnya seseorang diantara kami, mas To'o yang nyeletuk, "eh, downlad google pakage nih, bagus dan lengkap". Begitu katanya. Dan kami berdua, saya ma bang jay mendownloadnya. Trus menginstal semuanya.
Dan dimulailah coba-coba semuanya. Bang jay asik dengan google earthnya. Saya ganti web browser jadi pake chrome."Ro, kamu pake gmail kan?" tanya mas To'o padaku. "Iya kenapa mas?" jawabku.
"buka google talk". Saya pun membuka aplikasi google talk dan log in disitu. Kemudian ada pesan permintaan untuk menjadi teman di google talk. setelah saya acvcept tiba2 tiba google talk berbunyi. ternyata ada panggilan dan itu dari mas To'o. Ternyata dia mencoba aplikasi ini dan apakah bekerja dengan baik. Google talk pun melaksanakannya dengan baik. Setelah itu mas Hafis menyuruh saya pindah kamar. "sana, Ke kamar sebelah aja, nih pake aja kabel yang panjang". Jadi kami bertiga ngenet di kamar yang terpisah-pisah.
Hohohoho, setelah itu kekacauan dimulai. Kami pun berkomunikasi g penting melalui google talk. Mulai dari ngegosip g jelas, ngirim file g jelas(sempet kirim-kiriman foto n film hasil download di situs dewasa). Sampai nyuruh ngangkat jemuran lewat google talk.
keadaan jadi sepi saat kami tidak pake voicemail, hal ini dimanfaatkan untuk ngegosipin temen-temen satu kontrakan. google talk memang mirip aplikasi yahoo mesengger, namun lebih simpel. dan belum ada webcame nya. jadi hanya bisa cating ama nelpon aja. Namun kemungkinan pengembangan pasti ada dari google nantinya. yah, sudah banyak sekali aplikasi gratis macam ini di internet. Selain google talk dan yahoo mesengger ada juga skypea dan lain-lain.
Namun intinya satu. Orang yang kita ajak berkomunikasi tentunya juga harus memiliki software yang sama. Karna kalo tidak maka aplikasi ini hanya akan jadi penyaluran kegiatan autis seperti yang kami lakukan di kontrakan. HOHOHO
NB:
perkenalan aktor :
bang Jay
mas to'o
romeo
oh ya kalau mau download bisa ketik langsung google pack di browsernya. atau klik di link ini
Pengumuman
Tulisan ini ada karna kegelisahanku untuk menulis. Sungguh sangat sulit menulis dengan bahasa yang baku. Memang pelajaran bahasa indonesia itu mudah tapi susah.
Ngawur...
Sungguh ngawur!!!
Ditengah tengah maraknya penolakan terhadap UAN, banyak siswi SMA kita menjadi korban keganasan teknologi. Sungguh suatu cerminan nyata dari keadaan bangsa ini.
Dua siswi sma(yang saya tahu pemberitaanya di TV saat menulis post ini) sudah menjadi korban cowok yang baru dia kenal melalui situs jejaring Facebook. Hanya melalui perkenalan di Facebook, sang cowok sudah berhasil membuat sang cewek kelepek-kelepek dan mau-mau aja diajak kemanapun.
dengan melihat hal itu, sudahkah kita dapat mengatakan bahwa SDM di negara kita telah maju? Yah mungkin bagi sebagian anda dan saya(hehehe) yang masih mampu berfikiran positif terhadap majunya teknologi yang sangat pesat ini SDM negara ini sudah lumayan maju. Namun ternyata itu hanya untuk sebagian orang. Sebagian besar lagi tidak.
Nah, ternyata masih ada kesenjangan di bangsa ini tentang masalah mutu SDM. dengan begitu harus ada tolok ukur penyetara mutu bukan. Nah dari dulu sudah ada penyetara tersebut. Ya, UN adalah salah satu alat penyetara mutu yang sungguh efektif bagi pelajar di negara ini.
Simpel kan, yang mutunya memenuhi lulus dan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi untuk upgreading mutu, yang tidak memenuhi tidak lulus dan harus memperbaiki mutu dirinya hingga mampu menyamai yang telah lulus. Mungkin kekurangannya hanya pada sistem pelaksanaannya yang kurang sempurna. Seperti masih sering terjadinya kecurangan-kecurangan dan minimnya kompensasi untuk kesalahan teknis, seperti kesalahan pengisian dan sebagainya.
Dengan alasan kurang sempurnanya sistem pelaksanaan tersebut ramai-ramai masyarakat menolak diadakannya UN. Tanpa melihat sisi baiknya. Hal ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak ingin rugi jika UN diadakan seperti orang-orang yang menyadari mutunya kurang namun tidak mau berusaha lebih keras. Mereka ramai - ramai turut menolak adanya UN dan mendukung penyerahan keputusan lulus atau tidak pada sekolah masing-masing. Padahal tiap sekolah juga memiliki kepentingannya sendiri, mereka juga tidak mau dirugikan dengan banyaknya pelajar disekolahnya yang tidak lulus. Hal ini akan menurunkan pamor sekolah tersebut dimata masyarakat.
Jadi bisa dibayangkan jika UN tidak ada. Tak kan ada lagi pelajar yang tidak lulus di negri ini. Namun akan semakin kabur standar mutu SDM bangsa ini. Dan pada akhirnya masyarakat menyalahkan teknologinya, tanpa memperhitungkan keadaan mereka sendiri. Adanya kasus Facebook ini harusnya menyadarkan kita kembali tentang keadaan mutu kita saat ini. Haruskah kita menolak teknologi yang menurut kita tidak sesuai, atau memperbaiki mutu kita agar tidak terkena dampak negatif dari setiap teknologi baru yang ada.